KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya, resensi novel ini dapat
selesai. Adapun novel yang ulas kembali adalah ‘Edensor’ karya Andrea Hirata.
Novel yang merupakan buku ketiga dari Tetralogi Laskar Pelangi ini saya ulas
dengan mengkaji kelebihan dan kekurangannya dan unsur-unsur yang terkandung di
dalamnya.
Adapun tujuan saya meresensi novel ini para pembaca
dapat mengetahui setiap unsur yang terkandung di setiap mozaik dalam novel ini.
Selain itu juga, agar novel ini dapat digunakan untuk kepentingan bersama, baik
sebagai pengisi waktu luang yang menggugah pikiran maupun sebagai referensi
ilmiah.
Saya selaku penyusun hasil resensi berterima kasih
kepada guru Bahasa Indonesia, Ibu H. Lumban Gaol yang telah memberi pengarahan
mengenai resensi novel, dan memberi bimbingannya dalam penyusunan resensi ini.
Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang telah membantu saya dalam
penyusunan resensi ini.
Saya telah berusaha maksimal dalam penyelesaian
resensi ini. Namun, sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kesalahan
dalam penyusunan resensi ini, baik dari segi penulisan maupun tata bahasa. Oleh
karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sebagai
pedoman, agar saya dapat memperbaiki makalah ini pada hari berikutnya.
Semoga setiap informasi yang saya sampaikan dalam
hasilresensi dapat berguna bagi para pembaca dan diterima baik oleh para
pembaca sekalian. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.
Doloksanggul, 05 Januari 2012
Penyusun
(i)
Anatomi Buku
a. Judul :
Edensor
b. Nama Pengarang : Andrea Hirata
c. Kota Terbit : Bandung
d. Tebal Buku : 20,5 cm
e. Penerbit : PT. Bentang Pustaka
f. Halaman Buku : xii + 290 halaman
g. Harga Buku :
Rp40.000,00
h. Kode Buku : ISBN 978-979-1227-02-5
(ii)
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………(i)
COVER
BUKU……………………………………………………………………..(ii)
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………….(iii)
ANATOMI
BUKU……………………………………………………..……………1
PEMBUKAAN……………………………………………………………………...2
ISI……………………………………………………………………………………3
KESIMPULAN……………………………………………………………………...7
(iii)
PEMBUKAAN
Novel Edensor karya Andrea Hirata adalah novel ketiga
dari Tetralogi Laskar pelangi yang diluncurkan dan menarik minat para pembaca. Novel
ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri
sendiri, dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.
Edensor menggambarkan mengenai
kehidupan seseorang yang berubah akibat cinta. Segala sesuatu yang dianggap
buruk olehnya berubah menjadi hal yang terasa indah, hingga tokoh mendapat
beasiswa Uni Eropa. Dia merasa hidupnya indah setelah berjumpa dengan cinta
pertamanya, A Ling. Dan merasa hilang saat cinta pertamanya meninggalkannya,
hingga Ia menaklukkan daerah-daerah demi mencari cinta pertamanya, sampai dia
menemukan desa Edensor yang pernah diceritakan A Ling kepadanya. Edensor menceritakan juga mengenai
ditemukannya sepotong kecil mozaik hidup yang ditemukan satu persatu saat
berkelana.
Walapun karyanya masih terlalu
hipotetik, karya Andrea Hirata diterima secara luas, mungkin karena para
pembaca jenuh dengan sajian novel-novel umunya yang bertema urban ringan, dan
mendamba tulisan berkapasitas seperti karya Andrea Hirata.
1
ISI
Anatomi Buku
i.
Judul :
Edensor
j.
Nama Pengarang :
Andrea Hirata
k. Kota Terbit : Bandung
l.
Tebal Buku :
20,5 cm
m. Penerbit : PT. Bentang
Pustaka
n. Halaman Buku : xii + 290 halaman
o. Harga Buku : Rp40.000,00
p. Kode Buku : ISBN 978-979-1227-02-5
Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam Novel Edensor adalah
:
a. Unsur Intrinsik
1.) Tema
Tema dari novel
tersebut adalah keberanian mimpi, kekuatan cinta yang mengubah hidup, pencarian
cinta dan diri sendiri dengan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.
2.) Alur
Alur yang lebih
sering digunakan adalah alur maju. Sebagian menggunakan Alur Flashback, di mana
tokoh mengingat masa lalunya, yaitu pada Mozaik (Bab) 2, 9, 26, 42, dan 44.
3.) Amanat
Amanat yang
dapat dipetik dari kisah novel tersebut adalah suatu keyakinan dan kemauan
dapat menuntun kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah tersirat di benak
kita, dan kekuatan cinta dapat mengubah hidup kita menjadi lebih indah. Seperti
kisah Ikal, anak yang awalnya nakal dan brutal dapat berubah menjadi seseorang
yang lebih baik. Kekuatan cintanya dapat menuntunnya dalam menaklukkan daerah-daerah
di benua Eropa dan Afrika.
4.) Sudut Pandang
Sudut pandang
yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama (penggunaan kata ‘aku’ dan
‘kami’) dan sudut pandang orang ketiga tunggal dan jamak (penggunaan kata ‘dia’
dan ‘meraka’ atau penyebutan nama secara langsung)
5.) Latar
Waktu terjadinya
cerita adalah pada pagi hari, siang hari,
dan malam hari.
Tempat – tempat
terjadinya cerita adalah :
a) Laut (Pada Mozaik 1)
b) Rumah ( Pada Mozaik 2 – 8 )
c) Bandara ( Pada Mozaik 9-10 )
d) Tempat Kost ( Pada mozaik 11
)
e) Kantor Uni Eropa ( Pada
Mozaik 12 )
f) Prancis ( Pada Mozaik 13-28,
42-43)
g) Daerah – daerah di Eropa
(Pada Mozaik 29-37)
h) Austria (Pada Mozaik 38 )
i)
Venesia (Pada Mozaik 39)
j)
Milan (Pada Mozaik 40 )
k) Afrika (Pada Mozaik 41)
l)
London (Pada Mozaik 44)
6.) Penokohan
Tokoh-tokoh
dalam Novel Edensor adalah :
a) Ikal (Andrea) : Pekerja keras, pantang menyerah
b) Arai : Pekerja keras, baik hati, pantang menyerah
c) Weh : Pekerja keras
d) Ayah : Bijaksana dan baik hati
e) Ibu : Memiliki pendirian yang tetap
f) Taikong Hamim : Pemarah dan tidak penyabar
g) A Ling (Njoo Xian Ling) :
Baik hati
h) Famke Somers : Penolong, baik hati
i)
Stansfield :
Primordial
j)
Townsend : Pintar dan provokatif
k) Katya : Tenang dan baik hati
l)
MVRC Manooj : Ceria
m) Gonzales : Ceria
n) Hopkins Turnbull : Tegas
7.) Majas
Penggunaan gaya bahasa dalam novel Edensor adalah adanya penggunaan
bahasa-bahasa asing.
b. Unsur Ekstrinsik
1.) Sosial
Kehidupan sosial
yang berlangsung dengan baik, di mana antar tokoh dapat menjalin hubungan
pertemanan yang baik dan saling membantu. Namun masih banyak kehidupan yang
berkelompok, sesuai dengan bangsanya sendiri.
2.) Budaya
Pengaruh budaya
dalam novel tersebut besar, di mana banyak tokoh yang membawa budayanya dan
masih diterapkannya di perantauan. Namun, mereka juga dapat masuk ke dalam budaya-budaya
orang lain dan beradaptasi, agar hubungan pertemanan trjalin dengan baik.
3.) Religi
Dalam Novel
tersebut, nilai religi sangat diperhitungkan. Contohnya, tokoh utama Arai dan
Ikal, membawa agama hingga dalam perjalanan
menaklukkan
Eropa dan Afrika. Di mana mereka berjumpa dengan tokoh agama dan saudara
seiman. Tokoh juga masih melaksanakan ibadat sesuai agama dengan rutin, di mana
pun mereka berada.
4.) Politik
Politik dalam
Novel tidak terlalu berpengaruh, karena dari awal hingga akhir novel bercerita
mengenai kehidupan beragama, budaya, dan sosial dengan sesama yang berbeda
latar belakang dan asalnya.
Sinopsis
dari Novel Edensor :
Arai dan Ikal, 2 orang yang tidak terpisahkan sejak
kecil. Ikal yang waktu lahir di beri nama Aqil Barraq Badruddin, diharap dapat
membawa damai. Namun ternyata, nama itu tidak cocok untuknya dan dia adalah
anak yang terkenal nakal. Sehingga Ayahnya bermaksud mengganti namanya.
Ikal-lah yang menentukan namanya. Setelah dia membuka sebuah majalah, dia menemukan
nama ‘Andrea’. Ayah dan Ibunya pun akhirnya menyetujuinya.
Tak lama setelah
dia berganti nama, Ia bertempu dengan seorang gadis di masa SMP, yaitu Njoo
Xian Ling atau A Ling. Andrea (Ikal) merasa dia telah jatuh cinta padanya.
Sehingga setiap hal yang biasanya dianggap buruk olehnya berubah menjadi hal
yang lebih indah. Namun, orangtua Ikal mengira bahwa Ikal berubah karena
pergantian namanya. Padahal sebenarnya, Ikal menjadi anak baik berkat A Ling.
Pada saat keluarga A Ling berduka, mereka pindah. Ikal
sangat terpukul. Hanya ada satu kenangan dari A Ling, sebuah novel yang
menggambarkan desa khayalan ‘Edensor’. Benda itu dijaganya, meski sudah lusuh.
Membaca novel lusuh itu menghibur hati Ikal.
Setelah tamat SMA, Arai dan Ikal mendapat beasiswa Uni
Eropa untuk kuliah di Universite de Paris di Sorbonne, Prancis. Di perantauan,
Ikal merasakan sari pati hidup. Mereka pun ingin menghabiskan liburan musim
panas dengan hal yang tidak terduga. Mereka ingin berkelana. Tak disangka,
banyak yang ikut bertaruh. Sehingga perjalanan diikuti oleh 4 kelompok.
1 kelompok wanita telah menemukan pujaan hatinya, dan
tidak meneruskan perjalanan dan 1 kelompok tidak sanggup melanjutkan
perjalanan. Tidak disangka, demi menemukan A Ling, Arai dan Ikal telah menjelajahi
Eropa, hingga ke Milan. Di sudut Milan, Ikal menemukan pemilik nama Andrea yang
dibacanya di majalah. Dari hal itu, Ikal menemukan sepotong kecil mozaik
hidupnya. Dia semangat mencari A Ling. Hingga tempat terakhir yang dihuni oleh
orang yang bernama A Ling adalah Afrika. Mereka pun berhasil menjelajahi
setengah Afrika dan menemui setiap orang yang bernama Njoo Xian Ling. Namun
tidak ditemukannya A Ling pujaan hatinya.
Karena
liburan musi panas berakhir, mereka terpaksa kembali ke Prancis. Setelah mereka
berbagi pengalaman, semua tak percaya bahwa Arai dan Ikal berhasil menjelajahi
Eropa hingga Afrika, tanpa mereka tahu, semua didasari cinta. MVRC Manooj dan
Gonzales yang kalah. Mereka pun harus menjalankan sanksi yang dijanjikan.
Setelah itu, Arai dan Ikal kembali sibuk dengan tesisnya
agar cepat lulus dan kembali ke kampung halaman. Setelah beberapa waktu,
kesibukan Ikal terpecah saat Arai sakit. Arai harus kembali ke Indonesia. Ikal
sangat sedih karena kini dia sendiri. Dia pun terjun ke dalam tesisnya tanpa
Arai di sisinya. Sayangnya, Dosen
yang memegang tesisnya , Profesor Turnbull harus pensiun dan kembali ke
Sheffield, Inggris dan bekerja di sana. Demi tesisnya, Ikal pindah ke Sheffield
Hallam University. Pada saat Ikal datang ke rumah Profesor Turnbull. Ternyata
beliau dipanggil ke kampus. Ikal harus menunggu selama 2 jam. Akhirnya, Ikal
berkeliling Sheffield dan akan kembali ke rumah Turnbull selama 2 jam. Ikal
menaiki Bus desa yang dipenuhi petani kumal yang hanya berdiam.
Tanpa terasa, sudah lebih sejam Ikal berada di bus. Bus
berjalan, Ikal semakin dekat dengan desa yang dipagari tumpukan batu bulat
hitam, rumah penduduk berselang-seling diantara jekarak anggur. Ikal merasa
kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan, dengan pohon willow di
pekarangannya, bangku-bangku batu dah jajaran bunga daffodil. Ikal merasa masuk
ke sebuah desa khayalan yang telah lama hidup dalam kalbunya. Ikal meminta
sopir berhenti dan ia turun. Ingatannya mengenai daerah ini selama belasan
tahun, tiba-tiba berada di depan matanya. Saat ia bertanya mengenai desa itu
kepada seorang ibu yang lewat, ibu itu menjawab ‘Ini EDENSOR’.
KESIMPULAN
a. Kelebihan dari novel :
Mengandung makna mendalam dari setiap kisah hidup, jauh dari sifat
menggurui, kadang kala ngawur dengan sebagian tokoh yang lucu. Novel juga lebih
berkesan mendidik
b. Kelemahan dari novel :
Judul Edensor kurang sesuai dengan cerita, karena maksud ‘Edensor’ terdapat
di akhir cerita. Dan sangat sedikit bayangan Edensor dalam novel karena dari
penulis lebih banyak menuliskan perjalanannya menaklukkan daerah-daerah
daripada penjelasan maupun cerita panjang mengenai Edensor
c. Tanggapan :
Menurut saya, novel ini layak
dimasyarakatkan, karena setiap mozaik yang terdapat dalam novel mengandung
makna mendalam. Novel ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang dan sebagai
referensi ilmiah. Setiap paragraf berkembang menjadi susunan mozaik, dan setiap
mozaik berkaitan satu sama lain membentuk satu buku yang bagus. Ceritanya
menggugah perasaan dan mengajari kita agar senantiasa tidak menyerah, menembus
semua tantangan yang ada, hingga tercapai tujuan kita.

hai salam kenal nak DEL.
BalasHapusi'm from SMAN 2 BLG..
Thx ya..?
membantu banget..
menurut aku novel ini kisah nyatanya andrea hirata ya ?
BalasHapusyaa... terinspirasi dari kisah nyata andrea
HapusThank,s kak atas novel nya saya suka sekali
BalasHapus