Rancangan Campuran Beton, Trial Mix dan Curing

Laporan Praktikum Pekan ke-3 

Kelompok 5 - Rancangan Campuran Beton, Trial Mix dan Curing

Pada hari Kamis, 20 Oktober 2016 kami melaksanakan praktikum pekan ke-3 dengan tujuan untuk merancang campuran beton berdasarkan ACI Committe 211 sehingga berikut didapat data perencanaan campuran beton (concrete mix design) dan proses Trial Mix.

Dalam prosedur perencanaan campuran beton terdiri dari beberapa langkah yaitu:
1.    Penetapan variabel perencanaan, variabel perencanaan terdiri dari: katagori jenis struktur, rencana slump, rencana kuat tekan beton, modulus kehalusan agregat halus, ukuran maksimum agregat kasar, specific gravity agregat kasar kondisi SSD,spesific gravityagregat halus kondisi SSD, dan berat volume/isi agregat kasar.
2.    Perhitungan komposisi unsur beton, unsur beton yang dihitung adalah: rencana air adukan untuk 1 m3 beton, persentase udara yang terperangkap, w/c ratio, w/c ratio maksimum, berat semen, volume agregat kasar/m3 beton, berat agregat kasar, volume semen, volume air, volume agregat kasar, volume udara, dan volume agregat halus/m3 beton.
3.    Komposisi berat unsur adukan/m3 beton, yang terdiri dari: semen, air, agregat kasar kondisi SSD, agregat halus kondisi SSD, faktor semen.
4.    Komposisi jumlah air dan berat unsur untuk perencanaan lapangan, terdiri dari: kadar air asli/ kelembaban aggregat kasar, penyerapan air kondisi SSD agregat kasar, kadar air asli/kelembaban agregat halus, penyerapan air kondisi SSD agregat halus, tambahan air adukan dari kondisi agregat kasar, tambahan agregat kasar untuk kondisi lapangan, tambahan air adukan dari kondisi aggregat halus, dan tambahan aggregat halus untuk kondisi lapangan.
5.    Komposisi akhir unsur untuk perencanaan lapangan, unsur yang dihitung adalah air, semen, agregat kasar, dan agregat halus.
6.    Komposisi unsur campuran beton/kapasitas mesin molen, unsur yang dihitung adalah air, semen, agregat kasar, dan agregat halus.
7.    Data-data setelah pengadukan/pelaksanaan, data yang dihitung diantaranya adalah: sisa air campuran, tambahan air selama pengadukan, jumlah air sesungguhnya yang digunakan, nilai slump hasil pengukuran, dan berat isi beton basah waktu pelaksanaan.
Perhitungan Perencanaan Campuran Beton
·        Penetapan Variabel Perencanaan
1.    Kategori Jenis Struktur : Dindingan Balok
2.    Rencana Slump (Tabel 3.1) : 9 cm
3.    Rencana Kuat Tekan Beton : K225 -> 22.0725 MPa
4.    Modulus Kehalusan Agregat Halus
Berdasarkan tabel 2.6, modulus kehalusan agregat halus pada percobaan ini adalah 3,1665.
5.    Ukuran Maksimum Agregat Kasar
Berdasarkan tabel 3.2. ukuran maksimum agregat kasar adalah 1.9 cm dimana semua agregat lolos dalam saringan.
6.    Specific Gravity Agregat Kasar Kondisi SSD
Berdasarkan tabel 2.10, specific gravity agregat kasar SSD yaitu 2,4745.
7.    Specific Gravity Agregat Halus Kondisi SSD
Berdasarkan tabel 2.9, specific gravity agregat halus SSD yaitu 2,3415.
8.    Berat Volume/Isi Agregat Kasar
Berdasarkan Tabel 2.3, berat volume/isi agregat kasar yaitu 1472,4 kg/m3.
Perhitungan Komposisi Unsur Beton:
9.    Rencana air adukan untuk 1 m3 beton: berdasarkan tabel 3.2 tanpa penambahan udara = 202 kg
10.    Persentase udara yang terperangkap: berdasarkan tabel 3.2 tanpa Penambahan udara = 2.067%
11.    W/C ratio: berdasarkan tabel 3.3 = 0,58
12.    W/C ratio maksimum = 0,58
13.    Berat semen yang diperlukan : (9) / (11) = 202 / 0,58 = 348,27 kg
14.    Volume agregat kasar perlu/m3 beton : berdasarkan tabel 3.5 dan 3.6 = 58,027%
15.    Berat agregat kasar perlu : (14) x (8) = 0,58 x 1472,4 = 854,39 kg
16.     Volume semen : 0,001 x (13) / 3,15 = 0,11 m3.
17.     Volume air : 0,001 x (9) = 0,202 m3
18.     Volume agregat kasar: 0,001 x (15) / (6) = 0,3648 m3
19.     Volume udara : (10) = 0,02067 m3
20.    Volume agregat halus perlu/m3 beton : 1- [(16)+(17)+(118)+(19)] = 0,33601 m3
Komposisi Berat Unsur Adukan /m3 Beton:
21.     Semen : (13) = 348,27 kg
22.     Air : (9) = 202 kg
23.     Agregat kasar kondisi SSD : (15) = 854,39 kg
24.     Agregat halus kondisi SSD : (20) x (7) x 1000 = 748,61 kg
25.     Faktor semen : (21) / 50 (1 zak = 50 kg) = 6,96 zak
Komposisi Jumlah Air dan Berat Unsur untuk Perencanaan Lapangan
26.    Kadar air asli/kelembaban agregat kasar (mk): 12,54 %
27.    Penyerapan air kondisi SSD agregat kasar (ak):  6,7515%
28.    Kadar air asli/kelembaban agregat halus (mh): 16,93%
29.    Penyerapan air kondisi SSD agregat halus (ah) : 5,375%
30.    Tambahan air adukan dari kondisi agregat kasar : (23)x[(ak-mk)/(1-mk)] =-43,94 kg

31.    Tambahan agregat kasar untuk kondisi lapangan : (23)x[(mk-ak)/(1-mk)] =-108,72 kg
32.    Tambahan air adukan dari kondisi agregat halus : (24)x[(ah-mh)/(1-mh)] = -73,98 kg
33.    Tambahan agregat halus untuk kondisi lapangan : (24)x [(mh-ah)/(1-mh)] = -177,90 kg
Komposisi Akhir Unsur untuk Perencanaan Lapangan / m3 Beton
34.     Semen : (13) = 348,27 kg
35.     Air = 84,08 kg
36.     Agregat kasar kondisi lapangan = 745,67 kg
37.     Agregat halus kondisi lapangan = 570,71 kg
 Analisis
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, didapat jumlah air dibutuhkan adalah sebesar 84,08, semen sebesar 348,27, agregat kasar sebesar 745,67 dan agregat halus sebesar 570,71. dari data ini dapat kita buat perbandingannya, dan hasil perbandingan dari air : semen : agregat kasar : agregat halus adalah sebesar 1 : 4.14 : 8.86 : 6.78. Jika dibandingkan dengan perbandingan normal material pembentuk beton, yaitu 1:2:3:4, cukup berbeda. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kekurangtelitian praktikan dalam menghitung.
 

Komentar